Merantau 101 ala PPIJ

Walaupun semester pertama perkuliahan sudah hampir selesai, masih banyak mahasiswa baru yang belum merasakan hiruk-pikuknya merantau. Dalam artikel ini, kami akan memberikan beberapa tips untuk persiapan teman-teman sebelum berangkat ke Jepang. 

 

Sebelum hari keberangkatan tiba, teman-teman sudah harus membuat checklist barang-barang yang akan dibawa. Meski terkesan sepele, hal ini akan sangat menghemat waktu dan memastikan tidak ada barang penting yang tertinggal. Secara umum, barang-barang yang dibawa dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu: 

 

1. Perlengkapan dasar

Barang-barang untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti perlengkapan mandi (sabun, handuk, dan sebagainya), pakaian formal maupun informal (ingat ya di Jepang ada empat musim, jangan lupa membawa pakaian dingin), perlengkapan belajar, serta foto-foto keluarga, teman, dan pacar (bila memungkinkan) untuk mengobati rindu.  

 

2. Perlengkapan Tambahan

Jika masih ada ruang di bagasi, calon perantau boleh menyisipkan barang hiburan dan rekreasi seperti konsol game, senter, dan barang-barang kesayangan kamu. 

 

Selanjutnya, hal yang tidak kalah penting dengan barang-barang dasar adalah kesiapan mental yang mumpuni dan penguasaan beberapa keterampilan penting. Dalam perantauan, teman-teman akan dituntut untuk menjadi pribadi yang mandiri dalam berbagai hal. Daripada memusingkan takaran bumbu dan cara mengepel di perantauan, lebih baik membiasakan diri melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah dan menguasai keahlian memasak sejak masih di tanah air. Contekan dari kami, kalau tidak mau pusing belajar memasak, teman-teman bisa ngestok bumbu instan dari Indonesia.

 

Selain menguasai keahlian dasar, teman-teman juga disarankan untuk mengetahui Bahasa Jepang sehari-hari sebelum hari keberangkatan tiba. Sebagian besar freshmen memang bisa mengambil mata kuliah bahasa Jepang di universitas mereka, namun kemampuan bahasa untuk keperluan sehari-hari perlu diasah sendiri sejak dini. 

 

Setelah mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa dan menguasai berbagai keterampilan dasar, teman-teman tidak boleh lalai dalam mempersiapkan dokumen-dokumen penting untuk imigrasi terutama visa. Sejak Oktober 2020, Pemerintah Jepang sudah membuka kembali jasa pembuatan visa. Sesuai dengan aturan yang ditentukan Kedutaan Jepang di Indonesia, beberapa dokumen yang diperlukan untuk memperoleh visa pelajar Jepang adalah: 

  1. Formulir aplikasi visa (Ditempel pas foto dalam bentuk PDF) 
  2. Paspor
  3. Fotokopi KTP
  4. Certificate of Eligibility (CoE)
  5. Surat perjanjian tertulis atau Foreign Residence Track

 

Bagi kamu yang ingin mengajukan visa, simak langkah-langkah detailnya pada laman https://www.vfsglobal.com/japan/indonesia/how-to-apply.html.

 

Setelah memperoleh visa, kita tidak bisa langsung menikmati Negeri Sakura sebab selama pandemi Covid-19 ini, pemerintah Jepang mewajibkan para pendatang untuk melakukan karantina mandiri. Bila tidak ingin direpotkan dengan proses pengurusan karantina, teman-teman bisa menggunakan jasa karantina yang ditawarkan beberapa universitas dan hanya mengharuskan teman-teman membayar biaya pengurusan. Sisanya terima beres. Praktis, tapi pemilihan tempat karantina tidak dapat teman-teman tentukan. 

 

Bagi teman-teman yang ingin memilih tempat karantina sendiri, teman-teman bisa mencari AirBnB untuk disewa selama karantina. Selain lebih beragam pilihannya, kita bisa berbagi AirBnB dengan orang lain, misalnya teman-teman kampus dari negara asal yang sama. Meskipun begitu, harus diingat bahwa tidak semua AirBnB dan penginapan bisa digunakan untuk karantina mandiri yaa. Setelah karantina mandiri selama 14 hari, kita baru diperbolehkan untuk pindah ke dorm atau apartemen.

 

Nah, itu dia persiapan sebelum ke Jepang versi kami. Jangan lupa, semakin mantap persiapan, semakin mudah kehidupan di perantauan. 

 

Penulis: Addo Bari Alifathin

Penyunting: Viqqi Kurnianda & Ghafi Reyhan