Untuk Menjadi SDM Berkualitas

Dulu, Minggu malam biasanya dihabiskan bersama ayah untuk menonton televisi. Duduk diam selama satu setengah jam menyaksikan seorang pria paruh baya membicarakan beragam topik mulai dari cinta, karier, sampai kehidupan yang dibalut dalam canda dan frasa-frasa memorable seperti “Super sekali” dan “Salam super”. Maka ketika PPIJ menyelenggarakan sebuah acara yang mendatangkan pria tersebut sebagai pembicara utama, muncul sebuah rasa girang untuk akhirnya bisa menyaksikan pria tersebut berbicara  secara langsung untuk pertama kalinya.

Bila kalian telah menerka pembicara tersebut sebagai Mario Teguh, kalian benar. Pada tanggal Januari 31, 2021, PPIJ berkolaborasi bersama Mario Teguh Super Club untuk menyelenggarakan sebuah seminar yang berjudul “The Birth of a New Era: Altered Self-Capacity in Sustainable Personal Development for Student Abroad” yang bertujuan untuk membantu para mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di luar negeri untuk memaksimalkan pengembangan diri mereka dalam rangka menyambut Bonus Demografi 2045.

Meskipun seminar ini berlangsung lebih dari dua jam, waktu terasa cepat seiring seminar lebih terasa seperti dialog dan percakapan ketimbang monolog, Dengan cermat, Pak Mario berhasil menganalogikan materi-materi yang diajarkan sebagai kejadian-kejadian yang kita alami sehari-hari, membuat materi-materi yang diajarkan sangat relatable dan applicable. Tidak lupa, untuk mengusir rasa kantuk yang menghantui setiap beberapa menit, Pak Mario melontarkan beberapa guyonan yang tidak pernah gagal mengundang tawa peserta.

Dari seminar ini, cukup sulit untuk menentukan hal apa yang paling terngiang mengingat semua materi yang disampaikan sama pentingnya. Kendati demikian, beberapa materi yang teramat penting adalah perbedaan peran manajer dan pemimpin, tiga jenjang karier di publik, dan prasyarat untuk dikenal orang. Melalui topik-topik ini, dapat dipelajari bagaimana kita bisa mengembangkan diri untuk menjajaki tangga karier dan menjadi seorang anggota masyarakat yang dikenal berdasarkan tindakan-tindakan positif. Pastinya, semua hal ini lebih mudah dibicarakan dan dibayangkan, namun setidaknya penjabaran Pak Mario telah melengkapi para peserta dengan sebuah framework untuk bisa menjadi versi terbaik diri mereka.

Penulis: Ghafi Reyhan