Intermezo II: Belajar tentang Masa Muda dan Makna Kehidupan dari Sinema dan Bacaan

“Norwegian Wood”

Norwegian Wood merupakan salah satu karya fenomenal penulis Haruki Murakami. Novel yang diterbitkan pada tahun 1987 ini menarasikan makna kemanusiaan yang bukan hanya tentang kehidupan namun juga tentang kematian. Melalui novel ini, Murakami menggambarkan kehidupan masa muda yang tidak melulu berisikan tawa dan kebahagiaan. Di dalam novelnya, Murakami menghadirkan beberapa mahasiswa sebagai tokoh utama novel yang sama-sama mempunyai luka masa lalu dan menunjukkan bagaimana beberapa tokoh memilih untuk tetap teguh menjalani kehidupan, sedangkan sebagian lainnya memilih untuk menceburkan diri pada kematian dini. Melalui karakter-karakter ini, Murakami ingin menyampaikan bahwa walaupun kesedihan dan kemuraman dalam kehidupan tidak dapat dihindari, akhir hari hanya kita yang bisa menentukan apabila kita ingin berlarut dalam kesedihan atau menjadikan tragedi kehidupan sebagai pelajaran dan dorongan untuk meneruskan hidup. Bagi kalian yang menikmati buku berjenis coming-of-age serta karya tulisan yang berfokus pada perkembangan moral dan psikologi manusia, Norwegian Wood akan menjadi pilihan yang tepat.

“Tenki no Ko (Weathering with You)”

Tenki no Ko atau Weathering with You adalah salah satu film garapan Makoto Shinkai yang sebelumnya telah sukses dengan film animasi Kimi no Nawa (Your Name). Seperti pada film Kimi no Nawa, Makoto Shinkai lagi-lagi berhasil memberikan nuansa magis pada karyanya dan menciptakan sebuah film dengan premis yang terkesan ajaib. Film ini mengisahkan sosok pemuda bernama Hodaka Morishima yang melarikan diri dari kampung halamannya ke kota Tokyo dan bertemu dengan seorang gadis “pawang hujan” bernama Hina Amano. Berbeda dari alur cerita Kimi no Nawa yang cukup banyak diwarnai dengan plot twist, alur film Tenki no Ko terkesan lebih simple dan mudah dimengerti. Selain itu, walaupun kedua film dari Makoto Shinkai ini sama-sama mengusung kisah cinta anak remaja, film Tenki no Ko terkesan lebih dramatis dengan adanya narasi perjuangan hidup para tokoh utama di Tokyo. Film ini memiliki beberapa pesan moral, salah satunya adalah bahwa tidak ada yang kekal di dunia ini, termasuk manusia. Kita yang hanya sekadar ‘menumpang’ di Bumi ini diingatkan untuk lebih mensyukuri apa yang kita punya dan menghargai orang-orang yang ada di sekitar kita. Film ini juga secara implisit mengangkat isu perubahan iklim yang sudah seharusnya menjadi perhatian kita semua. Dengan ceritanya yang sederhana dan sinematografi yang memanjakan mata, Tenki no Ko merupakan film yang sangat layak untuk ditonton, terutama bagi kalian yang memang penggemar karya-karya Makoto Shinkai.

Selamat menikmati!

Penulis: Stella Budiman

Penyunting: Ghafi Reyhan