PPI Jepang Selenggarakan Interactive Dialogue Bertemakan Perubahan Iklim Dunia dan Green Economy

Sabtu (22/01) PPI Jepang mengadakan sebuah interactive dialogue yang diadakan melalui zoom bertemakan “Perubahan Iklim Dunia dan Green Economy: Peluang dan Kesiapan Indonesia sebagai Presidensi G20” untuk menyambut Presidensi G20 Indonesia.

Acara ini dihadiri oleh Prof. Dr. Yusli Wardiatno, M.Sc. selaku Atase Kebudayaan dan Pendidikan KBRI Tokyo, Dr. Ir. Dadan Kusdiana, M.Sc. selaku Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM RI, Ir. Emma Rachmawati, M.Sc. selaku Direktur Mitigasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Agus P. Sari selaku Chief Executive Officer Landscape Indonesia, Fitra Miftahadi, ST selaku mahasiswa pascasarjana di Resource and Ecological System University of Kitakyushu, Mahtuf Ihsan, S.Hut. selaku Climate Change & Sustainability Intern di Ernst & Young Germany, dan Ristika Putri selaku Deputi Program Sekretariat Lingkar Temu Kabupaten Lestari.

Acara ini dibuka oleh Prof. Dr. Yusli Wardiatno, yang memaparkan bahwa KBRI Tokyo telah melakukan beberapa langkah terkait transformasi energi dan transformasi digital seperti mulai membuat roadmap untuk proses transformasi energi di Indonesia. Prof. Dr. Yusli Wardiatno juga mengatakan bahwa kegiatan ini sangat relevan mengingat Indonesia akan mengadakan presidensi G20.

Acara dilanjutkan oleh pemaparan materi dari Ir. Emma Rachmawati dan Dr. Ir. Dadan Kusdiana. Ir. Emma Rachmawati menyampaikan bahwa Presidensi G20 Indonesia akan berfokus pada tiga isu besar yaitu global health, digital economy transformation, dan energy transition untuk mencapai pemulihan bersama yang lebih baik. Berkaitan dengan lingkungan, terdapat beberapa isu prioritas yang diwacanakan Indonesia yaitu mendukung pemulihan berkelanjutan serta mengembangkan kegiatan dan mengerahkan sumber daya untuk mendukung perlindungan lingkungan dan tujuan iklim.

Dalam presentasinya, Dr. Ir. Dadan Kusdiana menjelaskan bahwa Indonesia akan merilis roadmap pencapaian net zero emission untuk Presidensi G20. Dr. Ir. Dadan juga menekankan bahwa beberapa sumber energi yang saat ini tidak dipandang sebagai energi berkelanjutan seperti batu bara, dapat menjadi energi berkelanjutan ke depannya melalui kemajuan teknologi. Selain itu, Dr. Ir. Dadan mengatakan bahwa sektor energi menjadi penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca, namun masih bisa diturunkan terutama dengan bantuan dunia internasional dan mengingat Indonesia memiliki banyak potensi energi terbarukan.

Bagian ketiga acara adalah sesi pembahasan oleh Bapak Agus P. Sari, Bapak Fitra Miftahadi, Bapak Mahtuf Ihsan, dan Ibu Ristika Putri. Beberapa poin utama dari sesi ini adalah salah satu kunci utama untuk bisa mencapai visi net zero emission 2060 Indonesia adalah investasi, terutama dalam menawarkan paket investasi yang menarik bagi pihak swasta dari dalam negeri dan luar negeri dengan struktur dan pemasaran yang baik untuk bisa mendanai visi tersebut.

Selain itu, dalam sesi ini juga ditekankan bahwa G20 menjadi sebuah wadah bagi kolaborasi di tingkat akar rumput yang bisa dicapai, terutama karena beberapa Kabupaten Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai visi net zero emission. Terakhir, sesi ini mengungkapkan bahwa salah satu masalah yang mempengaruhi solusi pengurangan emisi global adalah perbedaan harga karbon antar negara sehingga dapat mengeluarkan biaya tambahan dalam impor dan ekspor.

 

Biro Publikasi PPIJ 2021/2022